free site stat
Posts By :

microzide.id

Jenis Sablon yang Sering Dipakai di Dunia Konveksi - Microzide.id

Jenis Sablon yang sering dipakai di dunia konveksi

1080 720 microzide.id

Sablon secara khusus dapat diartikan sebagai teknik mencetak dengan menggunakan layar atau screen yang rapat. Layar itu biasanya berbahan dasar sutra atau nilon yang kemudian dipola sedemikian rupa berdasarkan desain yang ingin dibuat. Setelah itu, layar yang sudah terpola di atas pakaian atau kaos akan diberi tinta sablon agar pola yang berada di layar tercetak di kaos.

Berikut jenis-jenis sablon yang mungkin perlu kamu ketahui:

  • Sablon Plastisol

Plastisol adalah jenis sablon oil-based atau minyak, karakter plastisol cukup tebal dan sangat terasa akan unsur karetnya dibandingkan dengan sablon jenis rubber.  Kelebihan sablon jenis plastisol ini yaitu sangat awet dan tahan lama.

Meskipun awet, kelemahan plastisol ada pada kenyamanan pada kaos dan pada proses penyetrikaan. Sablon jenis ini tidak boleh terkena suhu panas langsung seperti setrika panas sebab akan merusak gambar sablonnya. Meski demikian, kamu bisa menyiasatinya dengan membalikkan kaos tersebut jika hendak di setrika. Sablon jenis ini banyak peminatnya, alasannya adalah karena plastisol mampu menghasilkan gambar yang lebih tajam dan detail.

  • Sablon Rubber

Jenis sablon ini sering dikenal dengan nama sablon karet. Sifatnya menutup serat kain dan timbul serta hasil sablon yang terbilang elastis. Sablon rubber banyak digunakan untuk sablon di atas kain gelap. Mengapa? Karena tinta yang bersifat pekat mampu menutup permukaan warna kain dengan baik.

  • Sablon Pasta

Jenis sablon non rubber. Sifatnya menutup serat kain dan menimbulkan hasil sablon yang tidak elastis. Dilihat dari penampilannya jenis sablon ini hampir serupa dengan sablon rubber.

  • Sablon Pigmen

Bersifat seperti tinta yang meresap pada serat kain, jenis sablon ini hanya bisa digunakan pada kain yang berwarna terang dalam artian jenis sablon ini tidak bisa digunakan dibahan yang gelap.

  • Sablon Foam

Cat karet akan timbul seperti foam dan lebih terasa timbul dari pada sablon rubber. Sablon ini terdapat pada kedua jenis tinta, baik underbase maupun plastisol. Tinta ini membutuhkan pemanasan yang nantinya akan mengakibatkan tinta yang mengembang dengan efek timbul.

  • Sablon Separasi

Separasi merupakan proses sablon dengan pemisahan warna design untuk dijadikan film. Jenisnya sendiri ada dua. Yang pertama spot color atau warna blok biasanya ini untuk desain berbentuk vector, sedangkan yang kedua berbentuk raster atau disebut proses color.

  • Sablon Glow In The dark

Cat sablon transparan dengan campuran bubuk fosfor yang bisa bersinar terang di tempat yang cenderung gelap. Bisa diaplikasikan dengan sablon rubber, pigment, ataupun plastisol.

  • Sablon Glitter

Cat sablon transparan yang diaplikasikan dengan campuran bubuk berupa metalik atau mengkilat. Sablon model ini terlihat lebih ekslusif dan juga terlihat mewah.

  • Sablon High Density

Ini cat sablon yang timbul dan tajam, bahan dasarnya dari plastisol. Tinta ini bersifat transparan. Selain itu, tinta ini juga menghasilkan efek sablon yang mengkilap dan akan terkesan basah dan bisa juga dibuat doff.

  • Sablon Foil

Sablon dengan memakai lapisan bahan kertas logam (seperti alumunium foil) yang ditempel di atas kain dengan lem yang khusus. Jenis sablon yang memberikan kesan mengkilat menjadikan kaos akan terlihat ekslusif.

  • Sablon Flocking

Sablon dengan menggunakan lapisan bahan seperti beludru yang di tempel di atas kain dengan lem yang khusus. Terdapat dua jenis flock, yaitu bubuk dam lembaran. Khusus untuk lembaran, membutuhkan lem yang khusus sebagai media perekatnya. Menggunakan bahan lem transparan lalu menggunakan mesin press agar menjadi seperti beludru.

  • Sablon Discharge

Cat dengan kemampuan mengubah warna dasar bahan-bahan kimia yang digunakan untuk mencabut warna dasar kain sehingga warna bahan akan menjadi putih atau abu-abu. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, bahan pewarna kainnya harus dipilih dengan yang dischargeable.

  • Sablon Super White

Cat sablon yang menyerap ke dalam serat kain. Sablonan yang satu ini mirip dengan tinta rubber, di mana terdiri dari dua jenis yaitu white dan color. Tinta ini sifatnya lebih mendekati tinta extender yaitu menyatu dengan bahan dan transparan.

  • Sablon DTG

Cara penyablonan kaos dengan teknik ini menggunakan mesin digital, efek dari hasilnya sangat detail dan jelas. Sablon digital biasanya digunakan untuk produksi masal yang banyak, contohnya kaos partai.

Sumber Foto : jaymis.net

Jenis Kain-Kain yang Umum Untuk Pakaian - Microzide.id

Jenis Kain Kain yang Umum untuk Pakaian

1080 720 microzide.id

Banyak sekali jenis-jenis kain yang beredar di pasaran, dari jenis kain tersebut masing-masing memiliki ciri-ciri yang berbeda antara satu dan lainnya. Ada yang teksturnya licin saat dipegang, namun ada juga yang elastis.

Berikut jenis-jenis kain yang benyak beredar di pasaran:

  • Kain Blacu

Kain blacu merupakan jenis kain yang bahan dasarnya terbuat dari kapas. Kain jenis ini termasuk jenis kain yang sangat fleksibel sehingga mudah untuk dibentuk menjadi berbagai macam kreasi. Jenis kain ini juga cocok untuk ditambahkan sebagai hiasan-hiasan tertentu. Kain blacu adalah jenis kain yang ramah lingkungan karena bahan dasar pengolahannya alami. Kita dapat dengan mudah menemukan kain blacu ini di mana-mana, contoh dari kain blacu adalah yang sering kita temui untuk pembungkus tepung terigu.

  • Kain Wools

Kain wools merupakan kain yang cukup berat, seringkali kita melihat kain ini digunakan sebagai bahan dasar untuk pembuatan pakaian hangat atau sweater. Kain wools mempunyai kelebihan tersendiri, yakni lebih awet dibandingkan kain jenis lain, itupun jika cara perawatannya dilakukan dengan benar.

  • Kain PE (Poly Ester)

Kain ini memiliki kesamaan dengan kain katun, namun dari segi kualitasnya kain Poly Ester ini berada satu tingkat di bawah kualitas kain katun. Bahan dasar dari kain ini terbuat dari benang polyester. Bahan kain ini terbuat dari serat sintetis yang dibuat dari hasil minyak bumi yang kemudian menghasilkan fiberpoly. Oleh karena sifat bahan dasarnya yang tidak alami itulah, maka bahan ini tidak dapat menyerap keringat dan panas saat dipakai.

  • Kain Chiffon

Tekstur dari kain ini sangat lembut dan juga halus, transparan, ‘jatuh’ saat dipakai dan mengikuti bentuk dari badan penggunanya. Oleh sebab itu, kain ini tidak direkomendasikan untuk mereka yang berbadan gemuk. Kain chiffon kadang sangat panas ketika digunakan, namun dalam pemakaiannya kain ini tetap memberikan kesan anggun pada pemakainya. Bahan kain ini biasanya sering dipakai dalam pembuatan dress, selendang, pelengkap kebaya, blouse, serta tudung kepala.

Biasanya penggunaan kain chiffon untuk kerudung kerap kali dibarengi dengan ciput dari bahan kaos. Kain chiffon ada yang terbuat dari polyester yang sering disebut chiffon polos, ada juga yang terbuat dari bahan sutra yang disebut chiffon ceruti.

  • Kain Flannel

Kain ini adalah jenis kain yang terbuat dari bahan dasar serat wol namun tanpa ditenun. Tekstur kain yang satu ini agak lebih tebal dari yang lain, tetapi sangat lembut dan lentur sehingga mudah dibentuk menjadi apa saja. Kain flannel inilah yang sering dipakai dalam pembuatan kerajinan tangan seperti gantungan kunci, kotak tisu, dan lain-lain.

  • Kain Rayon

Kain yang satu ini dikenal juga sebagai rayon viskoca atau sutra buatan di dalam industri tekstil. Jenis kain ini tampak berkilau dan tidak mudah kecut. Secara khusus, kain rayon dipakai untuk industri kain batik di Indonesia.

Jenis dari kain rayon ini digunakan sebagai pelengkap busana seperti jaket, daster, jas, syal, topi, dasi, atau kain pelapis sepatu. Selain itu, kain ini juga digunakan untuk pelengkap perabot rumah tangga, alat-alat kebutuhan industri serta barang kesehatan pribadi. Keunggulan dari kain ini yaitu: tidak mudah kusut, daya serapnya yang tinggi, halus, dan tahan lama. Sedangkan kekurangannya adalah tidak elastis dan cukup mudah terbakar.

  • Kain Sutra

Kain yang termasuk ke dalam salah satu kain termewah dan termahal dibandingkan jenis kain yang lain. Teksturnya yang lembut dan sangat ringan membuat kita harus berhati-hati dalam penjahitan serta perawatannya, seperti saat pencucian dan penyetrikaan misalnya.

  • Kain Katun

Katun terbuat dari serat kapas yang ringan namun kuat sehingga kain jenis ini merupakan yang paling banyak disukai untuk dijadikan bahan sebagai pakaian. Bahan kain yang satu ini sudah digunakan sejak berabad-abad yang lalu oleh manusia.  Kain katun ini mempunyai beragam jenis.

  • Kain Satin

Permukaan kain ini mengkilap dan licin. Sama halnya dengan kain katun silk, namun hanya satu sisi saja sedangkan sisi lainnya terlihat lebih suram. Pembuatan kerudung juga mulai menggunakan kain jenis ini.

  • Kain Denim

Ciri dari kain denim adalah teksturnya yang kasar, tebal, dan tidak mudah kusut. Kain denim hampir disukai setiap kalangan karena semakin gelap warnanya maka akan semakin mudah mencari padanan bajunya. Denim yang cenderung berwarna gelap juga memiliki kesan lebih formal dan rapi dibandingkan yang terang.

  • Kain Spandex atau Lycra

Kain spandex dikenal juga dengan nama Lycra, kain yang biasanya digunakan untuk bahan pakaian dalam ini sangat bertekstur lembut, elastis, kuat, dan licin. Perlu diketahui, daya elastis kain yang satu ini bisa mencapai lima kali lipat dari bahan dasarnya tanpa rusak sedikitpun. Bahan spandex terdiri dari yang murni dan juga campuran dengan rayon. Adapun ciri-ciri kain ini yakni: terasa lembut dan terasa dingin saat bersentuhan dengan kulit.

  • Kain Cashmere

Kain ini termasuk jenis kain yang mewah dengan kualitasnya yang memang bagus. Cashmere bisa dikombinasikan dengan rok elegan ataupun jeans yang mana akan mampu membawa kesan yang mewah dan berkelas bagi yang menggunakannya. Bahan dari kain ini apabila semakin sering dicuci justru akan semakin halus, namun tentu saja cara pencuciannya pun berbeda dengan kain jenis lainnya. Saking mahalnya, ada shampo khusus untuk mencuci kain jenis cashmere ini.

  • Kain Jersey

Kamu yang suka olahraga sudah tak asing lagi dengan jenis kain yang satu ini. Kain jenis ini nempel pada tubuh dengan cukup enak, apalagi untuk yang sangat suka olahraga. Jika boleh menyarankan, pilihlah jersey dengan ukuran satu tingkat di atas baju kita agar tidak mengakibatkan kesan yang melekat ketat yang bisa membuat orang lain tidak enak melihatnya.

  • Kain Tenun

Kain tenun adalah kain yang dihasilkan dari alat tenun tradisional. Beberapa daerah di Indonesia banyak yang menjadikan kain tenun menjadi ciri khas daerahnya. Selain itu, kain tenun tradisional akhir-akhir ini mulai dilirik untuk memberikan warna baru dalam dunia fashion di Indonesia.

  • Kain Brokat

Berasal dari kata ‘broccato’ yang berarti kain yang disulam. Kain jenis ini biasa dipakai untuk pakaian formal karena mempunyai kesan elegan dan mewah. Brokat juga sering dipadukan dengan sutra atau ornamen mewah lainnya seperti benang berwarna keemasan. Contoh pakaian yang berbahan dasar brokat adalah: kebaya, pakaian pesta, atau baju pernikahan.

Sumber Foto :  order-tuxedo.net

Inilah Jenis-Jenis Kain Katun Serta Cirinya - Microzide.id

Inilah Jenis-jenis Kain Katun serta cirinya

1080 720 microzide.id

Kain jenis katun terbuat dari serat kapas yang ringan namun kuat sehingga kain jenis ini merupakan yang paling banyak disukai untuk dijadikan bahan sebagai pakaian. Bahan kain yang satu ini sudah digunakan sejak berabad-abad yang lalu oleh manusia. Jenis kain katun merupakan jenis kain yang beraneka ragam dan merupakan yang cukup banyak terdapat di pasaran. Serat-serat pada jenis kain ini tersusun sedemikian rupa sehingga memiliki daya tahan yang kuat dan daya serap yang baik. Karena banyaknya kelebihan atau keunggulan pada kain katun membuat kain jenis ini sangat digandrungi oleh masyarakat. Perlu diketahui, selain banyaknya keunggulan, kain katun juga memiliki banyak jenisnya.

Beberapa jenis kain katun, di antaranya:

  • Katun Biasa

Sedikit tipis, kaku, dan tidak melar atau stretch. Mempunyai daya serap dari tingkat sedang sampai daya serap yang bagus tergantung prosentasi bahan katunnya. Harganya relatif murah. Sedangkan jika berbicara motif, beberapa contoh motinya yaitu: polos, bunga-bunga, garis, sampai motif abstrak. Dari warna, jenis katun ini cenderung awet.

  • Katun Jepang

Katun ini terbuat dari combed 100% full cotton. Teksturnya kerap kali halus dengan daya serap yang sangat bagus, selain itu permukaannya pun cenderung lebih halus. Dari segi harga, harga jenis katun yang satu ini relatif mahal dari katun biasa. Sering dipakai untuk membuat sprei, juga cocok untuk blouse wanita. Biasanya di bagian ujung bahan terdapat kode warna pada kainnya, atau kerap kali tertulis “Japan Design”.

  • Katun Paris

Kualitas katun paris ini sebenarnya hampir sama dengan katun Jepang, namun kainnya sedikit lebih tipis. Harganya yang cukup mahal dikarenakan daya serapnya yang bagus. Biasanya digunakan untuk pembuatan kerudung dan blouse.

  • Katun Rayon

Kain katun jenis rayon adalah kain yang dibuat dengan menggabungkan serat alami kapas dengan serat rayon yang merupakan serat batan semi sintetis. Karakter kain katun rayon yaitu nampak berkilau, bercahaya, lebih cripsness, dan lembut dibandingkan kain yang berbahan 100% katun. Kain ini mempunyai daya tahan yang baik. Di samping itu kain katun Rayon ini juga mempunyai sedikit kekurangan yakni mudah kusut.

  • Katun Silk

Dinamai silk karena permukaan kain ini terlihat cukup mengkilap. Kekurangan dari kain ini adalah daya serapnya yang rendah, bahkan bisa dibilang paling rendah dari jenis katun lainnya. Meski begitu, kilap pada kain katun silk ini tidak akan hilang walaupun dicuci.

  • Katun Kombed (Cotton Combed)

Katun jenis ini adalah jenis katun yang pada tahap finishingnya dilakukan penyisiran/combed. Hak ini bertujuan agar serat-serat kapas halus pada kain tersebut dapat dipisahkan sehingga kain menjadi lebih halus dan jauh dari berbulu. Kaos distro seringkali menggunakan jenis katun yang satu ini. Adapun ukuran kain ini biasanya terdiri dari 20s, 24s, dan 30s. Angka pada ukuran tersebut menunjukkan ukuran benang yang dipakai dalam pembuatannya. Semakin tinggi angkanya maka semakin tipis benangnya yang sekaligus menunjukkan kelenturan pada kain tersebut.

  • Katun Karded (Cotton Carded)

Perbedaan katun karded dengan katun kombed yaitu ditahapan penyisiran pada saat finishingnya. Pada kain katun jenis karded terdapat serat-serat kapas yang halus sehingga harganya pun relatif lebih murah jika dibandingkan dengan kain katun kombed.

Secara umum kain katun merupakan kain yang berasal dari serat kapas. Namun kain katun ternyata mempunyai banyak jenis atau variasi.

Nah, dengan mengetahui jenis-jenis kain katun serta beberapa ciri-cirinya, diharapkan Anda tidak akan salah ketika akan membeli kain katun. Beragamnya jenis kain katun membuat Anda  harus mengetahui jenis katun mana yang memang dibutuhkan , sehingga saat Anda membeli dipastikan kain katun yang Anda beli sesuai dengan kebutuhan. Jadi, saat Anda akan membuat kaos, dress, blouse, dan pakaian lainnya, sudah tahu kan akan membeli jenis katun yang mana?

Sumber Foto : academy.blazbluz.com